HARI KARTINI, INDONESIA PUNYA KARTINI MASA KINI
Hari ini tepat 21 April 2016, memperingati hari Kartini. Ingin kembali rendevu dengan kliping kisah Kartini Indonesia yang selalu menginspirasi. Beliau adalah Ibu Susi Puji Astuti. Dia layak mendapat pujian itu setelah membaca perjalanan hidupnya yang bersahaja namun menginspirasi wanita Indonesia.
Berikut Kliping yang dirangkai dari berbagai sumber.
Susi lalu melihat peluang membuka perusahaan penerbangan dan perusahaannya memiliki reputasi memiliki ketepatan dalam jadwal penerbangan. Selama tiga tahun berjalan, maka perusahaan penerbangan ini semakin berkembang hingga memiliki 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera. Perusahaannya memiliki 10 pesawat Cessna Grand Caravan, 2 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 buah pesawat Diamond Twin star. Kini Susi Air mempekerjakan 50 pilot asing dan 3 orang pilot Indonesia
Berikut Kliping yang dirangkai dari berbagai sumber.
“Susi Pudjiastuti" sang INSPIRING WOMAN.
Susi
Pudjiastuti, seorang wanita kelahiran
Pangandaran, 15 Januari 1965, anak
sulung dari tiga bersaudara. Ayah-Ibunya
berasal dari Jawa Tengah yang sudah lima generasi lahir dan hidup di
Pangandaran. Keluarganya adalah saudagar sapi dan kerbau, yang membawa ratusan
ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Kakek buyutnya
Haji Ireng dikenal sebagai tuan tanah.
Semasa kecilnya Susi sebenarnya
bercita-cita menjadi ahli Oceanologi, yakni ahli bidang ilmu kelautan. Namun
ibunya menganggap cita-citanya tersebut hanya sebagai mimpi belaka dan ibunya
membayangkan bahwa Susi kelak jadi seorang istri, ibu rumah tangga mengurusi
keluarga dan kebun.
Hal unik dalam dirinya adalah waktu
kecil, ia suka membawa orang gila yang ditemui di jalan untuk dimandikan di
rumahnya dan diberi baju. Bahkan seringkali ia pergi ke kampung-kampung
nelayan. Bila ada yang luka, ia tak segan untuk membasuhnya dan memberinya
obat. Kelak empati itulah yang
berguna baginya ketika terjun di dunia yang sama dengan para nelayan.
Ternyata saat ini, ia telah memiliki 50
unit pesawat berbagai jenis. Di antaranya adalah Grand Caravan 208B, Piaggio
Avanti II, Pilatus Porter, serta Diamond DA 42. Kebanyakan pesawat itu
dioperasikan di luar Jawa seperti di Papua dan Kalimantan.
Susi sungguh pribadi yang penuh
kontradiktif. Ia bermetamorfosis dari gadis kampung yang hanya lulusan SMP,
menjadi warga dunia dan sukses sebagai wanita pengusaha bidang perikanan dan
jasa penerbangan. Berbagai penghargaan ia terima. Mulai dari Pelopor Wisata
dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Young Entrepreneur of the Year
dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best
Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia.
Tahun 2006, ia menerima Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005 dan
Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia Berprestasi Award 2009 dari PT
Exelcomindo.
Dia adalah Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product dan Presiden Diretur PT ASI Pudjiastuti Aviation yang mengoperasikan Susi Air. Di luar itu, aktivis lingkungan independen ini juga dipercaya sebagai Board of Directors HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) bidang hubungan dalam negeri; serta Ketua Komisi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah pada KADIN. Sehingga sering diundang sebagai Pembicara untuk bidang Motivasi dan Kepemimpinan.
Dia adalah Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product dan Presiden Diretur PT ASI Pudjiastuti Aviation yang mengoperasikan Susi Air. Di luar itu, aktivis lingkungan independen ini juga dipercaya sebagai Board of Directors HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) bidang hubungan dalam negeri; serta Ketua Komisi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah pada KADIN. Sehingga sering diundang sebagai Pembicara untuk bidang Motivasi dan Kepemimpinan.
Bahkan ia dijadikan iklan sebuah
perusahaan penyedia mesin pesawat di Kanada. Tahun ini, ia juga diundang untuk
berbicara mengenai kepemimpinan dan motivasi kepada sekitar 5000 karyawan
perusahaan penyedia mesin pesawat tersebut.Kini ia juga dipercaya sebagai Dosen
Tamu pada Program Pendidikan di lingkungan BRI dan Telkom, bahkan juga
dipercaya menjadi dosen tamu di ITB, IPB, dan UGM.
Pengalaman
hidup dan ciri-ciri yang menonjol
Suci menyadari peluang yang ada di
sekelilingnya di kampung halamannya , Pangandaran. Kita dianugerahi hasil laut
yang luar biasa, tinggal bagaimana kita mengelolanya," kata Susi. Ia
memulai bisnisnya dari nol dan kemudian mulai berbisnis kecil-kecilan dengan
membeli ikan dan udang para nelayan Pangandaran, Awalnya hanya bermodalkan
gelang keroncong, dia memulai bisnisnya sebagai penjual ikan, yang
kemudian berkembang dijual dengan menggunakan truk yang dikemudikan sendiri ke
restaurant-restauran di Cirebon, Semarang, Jakarta.
Ia terbiasa juga berbisnis hingga ke
hutan-hutan di pedalaman Sumatera. Ia mulai berkonsentrasi pada usaha
perikanannya di Pangandaran pada tahun 1991. Pada tahun 1996 ia memulai bisnis
ekspor ikannya, bahkan di tengah-tengah krisis ekonomi . dan ia melakukan
penerobosan dalam industri perikanan Indonesia.
Susi selalu berprinsip untuk bekerja keras, jujur,
tidak boleh pantang menyerah, dan membuat terobosan. Baginya selalu memikirkan
yang terbaik setiap saat adalah salah satu prinsip penting yang selalu
dilakukan selama 24 tahun membangun bisnisnya.
Kesuksesan yang digenggamnya
adalah hasil dari perjalanan hidupnya yang penuh dengan prinsip kesederhanaan.
dan pikiran yang positif. Dia juga
bukanlah tipe pengusaha serakah yang menghalalkan segala macam cara. Dan Ia
percaya bila ia melakukan bisnis dengan hati, tulus, maka akan tumbuh cinta dan
simpati dari banyak orang. Yang penting kita harus jujur, kerja keras, menepati
apa yang sudah kita janjikan.
Jangan tanya teori kepadanya. Ia akan
menggeleng. Ia memang tak dibekali ilmu akademis. Jadi ketika ditanya apa resep
suksesnya, ia tak mampu menjawab. Menurut Susi ilmu ekonomi itu alamiah. “Kalau
orang mau berdagang, sediakan barang yang bagus, beri harga yang bagus, begitu
saja” tuturnya.
Ia memang tidak belajar secara akademis.
Namun dari jejaknya, terlihat jelas bahwa ia justru mengamalkan berbagai ilmu
manajemen yang banyak diteorikan oleh para pakar manajemen.
Susi membangun pabrik pengolahan ikan.
Hasil produksinya disukai karena pabriknya ramah lingkungan. Dia sama sekali
tak menggunakan bahan pengawet.
Pabriknya juga menggunakan alat-alat yang ramah lingkungan. Untuk pendingin, misalnya, dia memilih menggunakan amoniak ketimbang freon yang bisa merusak ozon. Selain itu, pabriknya juga tak menghasilkan limbah. "Semua sampah disini bisa dimanfaatkan kembali. Kulit udang atau ikan bisa dijadikan pakan ternak," kata Susi.
Pabriknya juga menggunakan alat-alat yang ramah lingkungan. Untuk pendingin, misalnya, dia memilih menggunakan amoniak ketimbang freon yang bisa merusak ozon. Selain itu, pabriknya juga tak menghasilkan limbah. "Semua sampah disini bisa dimanfaatkan kembali. Kulit udang atau ikan bisa dijadikan pakan ternak," kata Susi.
Keberhasilan Susi cukup
mencengangkan dan membuat beberapa bank tidak ragu lagi untuk memberikan
pinjaman. Salah satu bank menolongnya untuk membangun model dan pabrik ramah
lingkungan, di mana pabrik ini berteknologi tinggi, dengan disain yang bersih
dan bebas bahan kimia. Pabrik ini terletak di sebuah desa kecil di Pangandaran,
dan menyiapkan landasan dengan standard internasional untuk mendaratkan pesawat
terbang, sehingga jarak yang jauh tidak lagi menjadi masalah. Mereka membangun
banyak landasan di pantai selatan Jawa. Bisnis ini telah mengumpulkan serta memberi
nilai tambah bagi banyak nelayan.
Di pasar ikan Tsukiji yang terletak di
pinggiran Tokyo ada beragam produk ikan dalam dus kotak berlabel Susi Brand
dari PT ASI Pudjiastuti Marine Product – Pangandaran, Indonesia. Sungguh
mebanggakan!
Susi lalu melihat peluang membuka perusahaan penerbangan dan perusahaannya memiliki reputasi memiliki ketepatan dalam jadwal penerbangan. Selama tiga tahun berjalan, maka perusahaan penerbangan ini semakin berkembang hingga memiliki 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera. Perusahaannya memiliki 10 pesawat Cessna Grand Caravan, 2 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 buah pesawat Diamond Twin star. Kini Susi Air mempekerjakan 50 pilot asing dan 3 orang pilot Indonesia
Pelajaran penting apa yang didapat dari Susi
Suatu hari Indonesia
berduka. Trenyuh menyaksikan bencana terjadi gempa sebesar 7.2 skala Richter
disusul tsunami yang menimpa Nangroe Aceh Darussalam, hati Susi
Pudjiastuti, tergerak. Ia tersentuh pada penderitaan sesama. Dua pesawat
Cessna Grand Caravan, yang baru saja dibelinya dan diperuntukkan bagi bisnis
transportasi udaranya, direlakan ikut membuka Meulaboh dan Simeulue yang
terisolasi.
Dan dengan pesawat miliknya selama
beberapa minggu di daerah bencana, menjadi pesawat pertama yang membawa bantuan
ke daerah-daerah yang tidak bisa dilalui dengan alat transportasi darat.
Luar biasa….
Walau pesawat itu masih baru, krunya nekat
mendarat di Bandara Cut Nyak Dien di Meulaboh, tiga hari sesudah bencana
tsunami.
Yang luar biasa, Susi nampaknya tidak
pernah merencanakan bisnis yang dibangunnya ini untuk kepentingan dirinya
sendiri, bahkan sejak tahun 2002 ia telah membuat surat warisan. Ia
telah merencanakan bahwa jika terjadi sesuatu hal padanya, maka perusahaannya telah
ia wariskan untuk dihandle oleh sebuah yayasan yang bernama Yayasan Haji Ireng
yang dijalankan oleh para profesional, sebagian adalah mantan CEO dan berbagai
tokoh masyarakat lainnya yang ia percaya dan adalah sahabat-sahabat dekatnya.
Alasan utama ia telah membuat warisan
sejak dini adalah satu kesadaran akan tanggung jawab yang besar pada
perusahaannya, “ Saya percaya perusahaan ini amat penting bagi hampir 5000
nelayan. Saya menyadari bahwa perusahaan ini tidak hanya bagi keluarga saya.
Tetapi hal ini adalah sebuah tanggung jawab bagi banyak orang dan saya tidak
dapat memutuskannya hanya bagi keluarga saya. Saya telah menyerahkannya kepada
orang-orang yang amat berpengalaman. Jadi bila terjadi sesuatu, maka perusahaan
ini ada di tangan yang tepat dan saya tidak perlu kuatir bila anak-anak saya
tidak mampu menjalankan perusahaan ini. Tanggung jawab saya akan dikerjakan
orang-orang yang tepat, karena yayasan ini dijalankan oleh mereka yang amat
profesional, mulai dari banker, CEO dan banyak tokoh masyarakat.”
Jangan pernah membayangkan bahwa
kebahagiaan saya karena saya memiliki puluhan pesawat. Bukan. Kebahagiaan saya
adalah ketika saya bisa memberikan kebahagiaan bagi orang lain,” ujarnya seolah
mengingatkan pada kisah orang-orang yang pernah ditolongnya, atau ketika ia
menerbangkan ibu-ibu yang tinggal di dekat bandaranya agar mereka merasakan
sebuah keajaiban. “Melihat matanya berbinar-binar, itu sebuah keajaiban yang
tak bisa diungkapkan dalam kata-kata,”ungkapnya dengan mata berbinar juga.
Kisah neneknya, istri Kaji Ireng, yang namanya diambil untuk nama yayasannya
begitu menggoda. Setelah pensiun, ia ingin meniru jejaknya, mengabdikan dirinya
penuh pada Tuhan, tinggal di masjid yang dibangunnya sendiri, dan membantu
masyarakat sekelilingnya.
Inilah sosok Susi Pudjiastuti, seorang
wanita tangguh dengan prinsip yang kuat dan melihat keberhasilan besar yang
diraihnya adalah sebuah cerminan dari tanggung jawab untuk meningkatkan
kemajuan masyarakat Indonesia.
Pengalaman hidup yang
menginspirasi Saya
Jika
melihat seorang Susi, hati saya tiba-tiba jadi terpacu. Betapa selama ini saya masih takut untuk
melakukan perubahan banyak hal yang mungkin saja kelak bisa membuat saya lebih
maju. Banyak proposal dan ide yang
muncul dalam pemikiran saya, tapi hanya berhenti di tumpukan kertas yang
dibendel rapi namun tidak sanggup menjalankannya. Bertahan memilih di area comfort zone sebagai karyawan di sebuah perusahaan. Saya takut menjalankan apa yang ada di benak
saya karena mungkin saya harus hengkang dari kantor saya saat ini.
Tapi
setelah membaca banyak kisah tentang Ibu Susi, hati saya sangat kuat untuk
melakukan perubahan. Susi anak seorang
kaya saja tidak takut untuk memulai segalanya dari nol dengan tekat dan
kemandiriannya yang luar biasa. Ia tidak
pernah mengandalkan ataupun bergantung
pada limpahan materi orang tuanya untuk menjadi sukses. Ia berjuang sendiri dengan tekad dan
ketekunan. Hal itu mengantarkan ia
menjadi pengusaha yang luar biasa meski hanya bermodalkan pendidikan yang tak
cukup. Namun kemauan dan keyakinannnya
telah membawanya ke gerbang kesuksesan seperti sekarang.
Dan
yang lebih mengharukan dengan kesukseannya ia selalu ingin berbagi kepada
sesama. Sungguh wanita sukses yang berhati mulia. Sungguh dia tokoh yang dapat menginspirasi kita semua. Dia layak
dijuluki Kartini masa kini..
Karena prestasi hidupnya, akhirnya dia dipilih Presiden Jokowi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (saat ini)
Karena prestasi hidupnya, akhirnya dia dipilih Presiden Jokowi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (saat ini)
Referensi :
www.rustikaherlambang.wordpress.com
www.sudutpandang.com
www.mustadjab.multiply.com
www.swa.co.id
id.wikipedia.org
www.rizalmaarif.wordpress.com



Komentar
Posting Komentar