HARI KARTINI, INDONESIA PUNYA KARTINI MASA KINI

Hari ini tepat 21 April 2016, memperingati hari Kartini. Ingin kembali rendevu dengan kliping kisah Kartini Indonesia  yang selalu menginspirasi.  Beliau adalah Ibu Susi Puji Astuti. Dia layak mendapat pujian itu setelah membaca perjalanan hidupnya yang bersahaja namun menginspirasi wanita Indonesia.
Berikut Kliping yang dirangkai dari berbagai sumber.



Susi Pudjiastuti" sang  INSPIRING WOMAN.
Susi Pudjiastuti, seorang  wanita kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965,  anak sulung dari tiga bersaudara.  Ayah-Ibunya berasal dari Jawa Tengah yang sudah lima gene­rasi lahir dan hidup di Pangandaran. Keluarganya adalah saudagar sapi dan kerbau, yang membawa ratusan ternak dari Jawa Te­ngah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Kakek buyutnya Haji Ireng dikenal sebagai tuan tanah.
Semasa kecilnya Susi sebenarnya bercita-cita menjadi ahli Oceanologi, yakni ahli bidang ilmu kelautan. Namun ibunya menganggap cita-citanya tersebut hanya sebagai mimpi belaka dan ibunya membayangkan bahwa Susi kelak jadi seorang istri, ibu rumah tangga mengurusi keluarga dan kebun.
Hal unik dalam dirinya adalah waktu kecil, ia suka membawa orang gila yang ditemui di jalan untuk dimandikan di rumahnya dan diberi baju. Bahkan seringkali ia pergi ke kampung-kampung nelayan. Bila ada yang luka, ia tak segan untuk membasuhnya dan memberinya obat. Kelak empati itulah yang berguna baginya ketika terjun di dunia yang sama dengan para nelayan.
Ternyata saat ini, ia telah memiliki 50 unit pesawat berbagai jenis. Di antaranya adalah Grand Caravan 208B, Piaggio Avanti II, Pilatus Porter, serta Diamond DA 42. Kebanyakan pesawat itu dioperasikan di luar Jawa seperti di Papua dan Kalimantan.
Susi sungguh pribadi yang penuh kontradiktif. Ia bermetamorfosis dari gadis kampung yang hanya lulusan SMP, menjadi warga dunia dan sukses sebagai wanita pengusaha bidang perikanan dan jasa penerbangan. Berbagai penghargaan ia terima. Mulai dari Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia. Tahun 2006, ia menerima Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia Berprestasi Award 2009 dari PT Exelcomindo.

Dia adalah Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product dan Presiden Diretur PT ASI Pudjiastuti Aviation yang mengoperasikan Susi Air. Di luar itu, aktivis lingkungan independen ini juga dipercaya sebagai Board of Directors HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) bidang hubungan dalam negeri; serta Ketua Komisi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah pada KADIN. Sehingga sering diundang sebagai Pembicara untuk bidang Motivasi dan Kepemimpinan.
Bahkan ia dijadikan iklan sebuah perusahaan penyedia mesin pesawat di Kanada. Tahun ini, ia juga diundang untuk berbicara mengenai kepemimpinan dan motivasi kepada sekitar 5000 karyawan perusahaan penyedia mesin pesawat tersebut.Kini ia juga dipercaya sebagai Dosen Tamu pada Program Pendidikan di lingkungan BRI dan Telkom, bahkan juga dipercaya menjadi dosen tamu di ITB, IPB, dan UGM.

Pengalaman hidup dan ciri-ciri yang menonjol
Suci menyadari peluang yang ada di sekelilingnya di kampung halamannya , Pangandaran. Kita dianugerahi hasil laut yang luar biasa, tinggal bagaimana kita mengelolanya," kata Susi. Ia memulai bisnisnya dari nol dan kemudian mulai berbisnis kecil-kecilan dengan membeli ikan dan udang para nelayan Pangandaran, Awalnya hanya bermodalkan gelang keroncong, dia memulai bisnisnya sebagai penjual ikan, yang kemudian berkembang dijual dengan menggunakan truk yang dikemudikan sendiri ke restaurant-restauran di Cirebon, Semarang, Jakarta.

Ia terbiasa juga berbisnis hingga ke hutan-hutan di pedalaman Sumatera. Ia mulai berkonsentrasi pada usaha perikanannya di Pangandaran pada tahun 1991. Pada tahun 1996 ia memulai bisnis ekspor ikannya, bahkan di tengah-tengah krisis ekonomi . dan ia melakukan penerobosan dalam industri perikanan Indonesia. 
Susi selalu berprinsip untuk bekerja keras, jujur, tidak boleh pantang menyerah, dan membuat terobosan. Baginya selalu memikirkan yang terbaik setiap saat adalah salah satu prinsip penting yang selalu dilakukan selama 24 tahun membangun bisnisnya.
Kesuksesan yang digenggamnya adalah hasil dari perjalanan hidupnya yang penuh dengan prinsip kesederhanaan. dan pikiran yang positif.  Dia juga bukanlah tipe pengusaha serakah yang menghalalkan segala macam cara. Dan Ia percaya bila ia melakukan bisnis dengan hati, tulus, maka akan tumbuh cinta dan simpati dari banyak orang. Yang penting kita harus jujur, kerja keras, menepati apa yang sudah kita janjikan.
Jangan tanya teori kepadanya. Ia akan menggeleng. Ia memang tak dibekali ilmu akademis. Jadi ketika ditanya apa resep suksesnya, ia tak mampu menjawab. Menurut Susi ilmu ekonomi itu alamiah. “Kalau orang mau berdagang, sediakan barang yang bagus, beri harga yang bagus, begitu saja” tuturnya.
Ia memang tidak belajar secara akademis. Namun dari jejaknya, terlihat jelas bahwa ia justru mengamalkan berbagai ilmu manajemen yang banyak diteorikan oleh para pakar manajemen.
Susi membangun pabrik pengolahan ikan. Hasil produksinya disukai karena pabriknya ramah lingkungan. Dia sama sekali tak menggunakan bahan pengawet.
Pabriknya juga menggunakan alat-alat yang ramah lingkungan. Untuk pendingin, misalnya, dia memilih menggunakan amoniak ketimbang freon yang bisa merusak ozon. Selain itu, pabriknya juga tak menghasilkan limbah. "Semua sampah disini bisa dimanfaatkan kembali. Kulit udang atau ikan bisa dijadikan pakan ternak," kata Susi.
Keberhasilan Susi cukup mencengangkan dan membuat beberapa bank tidak ragu lagi untuk memberikan pinjaman. Salah satu bank menolongnya untuk membangun model dan pabrik ramah lingkungan, di mana pabrik ini berteknologi tinggi, dengan disain yang bersih dan bebas bahan kimia. Pabrik ini terletak di sebuah desa kecil di Pangandaran, dan menyiapkan landasan dengan standard internasional untuk mendaratkan pesawat terbang, sehingga jarak yang jauh tidak lagi menjadi masalah. Mereka membangun banyak landasan di pantai selatan Jawa. Bisnis ini telah mengumpulkan serta memberi nilai tambah bagi banyak nelayan.
Di pasar ikan Tsukiji yang terletak di pinggiran Tokyo ada beragam produk ikan dalam dus kotak berlabel Susi Brand dari  PT ASI Pudjiastuti Marine Product – Pangandaran, Indonesia. Sungguh mebanggakan!

Susi lalu melihat peluang membuka perusahaan penerbangan dan perusahaannya memiliki reputasi memiliki ketepatan dalam jadwal penerbangan. Selama tiga tahun berjalan, maka perusahaan penerbangan ini semakin berkembang hingga memiliki 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera. Perusahaannya memiliki 10 pesawat Cessna Grand Caravan, 2 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 buah pesawat Diamond Twin star. Kini Susi Air mempekerjakan 50 pilot asing dan 3 orang pilot Indonesia
Pelajaran penting apa yang didapat dari Susi
Suatu hari Indonesia berduka.  Trenyuh menyaksikan bencana terjadi gempa sebesar 7.2 skala Richter disusul tsunami yang menimpa Nangroe Aceh Darussalam, hati Susi Pudjiastuti,  tergerak. Ia tersentuh pada penderitaan sesama. Dua pesawat Cessna Grand Caravan, yang baru saja dibelinya dan diperuntukkan bagi bisnis transportasi udaranya, direlakan ikut membuka Meulaboh dan Simeulue yang terisolasi.
Dan dengan pesawat miliknya selama beberapa minggu di daerah bencana, menjadi pesawat pertama yang membawa bantuan ke daerah-daerah yang tidak bisa dilalui dengan alat transportasi darat.  Luar biasa….

Walau pesawat itu masih baru, krunya nekat mendarat di Bandara Cut Nyak Dien di Meulaboh, tiga hari sesudah bencana tsunami.
Yang luar biasa, Susi nampaknya tidak pernah merencanakan bisnis yang dibangunnya ini untuk kepentingan dirinya sendiri, bahkan sejak tahun 2002 ia telah membuat surat warisan. Ia telah merencanakan bahwa jika terjadi sesuatu hal padanya, maka perusahaannya telah ia wariskan untuk dihandle oleh sebuah yayasan yang bernama Yayasan Haji Ireng yang dijalankan oleh para profesional, sebagian adalah mantan CEO dan berbagai tokoh masyarakat lainnya yang ia percaya dan adalah sahabat-sahabat dekatnya.
Alasan utama ia telah membuat warisan sejak dini adalah satu kesadaran akan tanggung jawab yang besar pada perusahaannya, “ Saya percaya perusahaan ini amat penting bagi hampir 5000 nelayan. Saya menyadari bahwa perusahaan ini tidak hanya bagi keluarga saya. Tetapi hal ini adalah sebuah tanggung jawab bagi banyak orang dan saya tidak dapat memutuskannya hanya bagi keluarga saya. Saya telah menyerahkannya kepada orang-orang yang amat berpengalaman. Jadi bila terjadi sesuatu, maka perusahaan ini ada di tangan yang tepat dan saya tidak perlu kuatir bila anak-anak saya tidak mampu menjalankan perusahaan ini. Tanggung jawab saya akan dikerjakan orang-orang yang tepat, karena yayasan ini dijalankan oleh mereka yang amat profesional, mulai dari banker, CEO dan banyak tokoh masyarakat.”
Jangan pernah membayangkan bahwa kebahagiaan saya karena saya memiliki puluhan pesawat. Bukan. Kebahagiaan saya adalah ketika saya bisa memberikan kebahagiaan bagi orang lain,” ujarnya seolah mengingatkan pada kisah orang-orang yang pernah ditolongnya, atau ketika ia menerbangkan ibu-ibu yang tinggal di dekat bandaranya agar mereka merasakan sebuah keajaiban. “Melihat matanya berbinar-binar, itu sebuah keajaiban yang tak bisa diungkapkan dalam kata-kata,”ungkapnya dengan mata berbinar juga. Kisah neneknya, istri Kaji Ireng, yang namanya diambil untuk nama yayasannya begitu menggoda. Setelah pensiun, ia ingin meniru jejaknya, mengabdikan dirinya penuh pada Tuhan, tinggal di masjid yang dibangunnya sendiri, dan membantu masyarakat sekelilingnya.
Inilah sosok Susi Pudjiastuti, seorang wanita tangguh dengan prinsip yang kuat dan melihat keberhasilan besar yang diraihnya adalah sebuah cerminan dari tanggung jawab untuk meningkatkan kemajuan masyarakat Indonesia.
Pengalaman hidup yang menginspirasi Saya
Jika melihat seorang Susi, hati saya tiba-tiba jadi terpacu.  Betapa selama ini saya masih takut untuk melakukan perubahan banyak hal yang mungkin saja kelak bisa membuat saya lebih maju.  Banyak proposal dan ide yang muncul dalam pemikiran saya, tapi hanya berhenti di tumpukan kertas yang dibendel rapi namun tidak sanggup menjalankannya.  Bertahan memilih di area comfort zone  sebagai karyawan di sebuah perusahaan.  Saya takut menjalankan apa yang ada di benak saya karena mungkin saya harus hengkang dari kantor saya saat ini.
Tapi setelah membaca banyak kisah tentang Ibu Susi, hati saya sangat kuat untuk melakukan perubahan.  Susi anak seorang kaya saja tidak takut untuk memulai segalanya dari nol dengan tekat dan kemandiriannya yang luar biasa.  Ia tidak pernah mengandalkan  ataupun bergantung pada limpahan materi orang tuanya untuk menjadi sukses.  Ia berjuang sendiri dengan tekad dan ketekunan.  Hal itu mengantarkan ia menjadi pengusaha yang luar biasa meski hanya bermodalkan pendidikan yang tak cukup.  Namun kemauan dan keyakinannnya telah membawanya ke gerbang kesuksesan seperti sekarang.
Dan yang lebih mengharukan dengan kesukseannya ia selalu ingin berbagi kepada sesama. Sungguh wanita sukses yang berhati mulia. Sungguh dia tokoh yang  dapat menginspirasi kita semua. Dia layak dijuluki Kartini masa kini..
Karena prestasi hidupnya, akhirnya dia dipilih Presiden Jokowi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (saat ini)
Referensi :
www.rustikaherlambang.wordpress.com
www.sudutpandang.com
www.mustadjab.multiply.com
www.swa.co.id
id.wikipedia.org
www.rizalmaarif.wordpress.com

Komentar

Postingan Populer